TITIK
by Yaya
Bagiku
menjadi egois itu perlu ataupun menjadi orang yang pura-pura kuat menghadapi
hidup. Aku bertahan dengan berusaha lebih keras dari orang lain untuk mencapai
sesuatu karena tak ada yang dapatku
lakukan selain berusaha menjadi yang lebih daripada orang lain dalam menjalani
hidup ini. Sama halnya ketika aku menjadi mahasiswa aku tak dapat menggambarkan
betapa kerasnya hidup kota dengan uang yang pas-pasan itupun kadang masih harus
kusisihkan untuk adikku.
Aku
bukanlah orang lahir dari keluarga berkecukupan hanya saja egoku membawahku
pada titik ini. Terkadang ada saat dimana titik aku menyesal memilih jalan ini
tapi harus bagaimana untuk mundur aku pun tak berani tapi ketika aku akan maju
ada beberapa tantang yang harus kulalui.
Ketika
sampai pada satu titik dimana aku ingin menyerah dalam pilihanku tapi aku tak
punya keberanian lebih untuk melakukannya. Sampai saat ini yang berani
kulakukan pun adalah mencoba segala hal yang positif atau apapun yang selama
ini ingin kuketahui.
Aku
akui bahwa aku bukanlah seseorang yang punya kelebihan ataupun apapun yang bisa
dibanggakan. Aku hanya ingin dunia tahu bahwa setiap orang punya cerita dan
jalan hidup yang berbeda. Aku bukanlah orang yang berasal dari keluar yang
normal. Sejak kecil aku tumbuh bersama mamaku karena bapakku merantau.
Titik
dimana terkadang aku merasa iri dengan orang lain yang tumbuh bersama ayah
mereka. Aku juga ingin merasakan seperti itu ketika kamu punya keluh kesah ada
ayah yang akan mendengarkan dan membelamu. Tapi satu yang pasti dalam doaku
selalu ada nama ayah dan ibuku.
Ibuku
mendidikku sampai saat ini mendidikku menjadi orang yang harus punya pendidikan
tinggi baginya itulah titik dimana ia dapat membanggakanku. Aku tahu selama ini
ibuku selalu membanggakanku kepada saudara-saudaranya atau keluarganya. Dan
itulah mengapa aku selalu berusaha lebih untuk melakukan sesuatu aku ingin jadi
orang yang dibanggakannya. Aku ingat ketika aku masih SMK dulu aku mendapatkan
peringkat yang dibawah ekpektasiku yaah peringkat sepuluh dan aku tak tega
mengecewakannya.
Komentar
Posting Komentar