Langsung ke konten utama

PERJALANAN DI HARI LIBUR PANJANG PART I


PLANE AND PASSENGER
by YAYA
Beberapa bualn yang lalu  aku memberanikan diri untuk melancong ke tanah Jawa. Apa yang aku lakukan agak-agak mainstream mungkin untuk orang lain tapi bagiku itu semua berbeda. Untuk pertama kalinya aku akan menggunakan alat transfortasi udara. Dan untuk orang yang pertama kali naik pesawat tentu saja ada pengalaman yang tidak mereka lupakan.
Pengalamanku naik pesawat lumayan untuk jadi lelucon bagiku. Karena aku berangkatnya hari selasa tentu saja macetnya kota Makassar dipagi hari tak terbantakan dan saya juga harus mengejar waktu check in di bandara Sultan Hasanuddin. Awalnya aku mau menggunakan pete-pete alias angkot menuju bandara ataupun taksi tapi ketika kulihat jam sudah jam 7 lewat beberapa menit dan macet tentu saja ada didepan mata.
Selain itu kuputuskan untuk menggunakan jasa ojek online alian Go-jek tapi masalah lain yang saya hadapi adalah saya tidak punya aplikasi dan tidak tahu menggunakan aplikasinya belum lagi harus login dulu. Dan keputusan naik taksi lewat jalur tol saja berarti kalau begitu. Tapi seorang rider bentor menawarkan menggunakan jasanya saja ke bandara alias pak bentornya balik ke rumahnya  untuk mengambil motor baru mengantarkan saya.
Dan pada akhirnya saya memutuskan menggunakan jasanya si pak bentor ini. Lumayan juga perjalanan dari kotsannya aku kebandara memakan waktu sekitar 1 jam lewat 40 menitanlah dan seingatku aku check in sekitar jam 9 lewat. Sebelum check in pun aku punya cerita lain lagi namanya juga pertama kali pergi menggunakan pesawat yaitu aku kebingungan menggunakan tiket pesawatku kebetulankan aku pesan online jadi itu tiketnya bentuk file malahan aku sempat ke loket tiket nanya ini gimana gunainnya.
Selesai kebingungan buat tiketnya aku kebingungan sendirian di bandara. Seperti kata orang malu bertanya sesat dijalan tapi aku malu dan gengsi cukup tinggi. Dan pada akhirnya aku menggunakan mataku melihat sekeliling walaupun kayak orang bego udah deh aku gak peduli lagi. And Teng ketemu juga dimana harus check in untuk Surabaya.
Tapi bukan berarti bahwa selesai check in selesai juga kebingunganku dan lagi aku kebingungan setelah ini kemana? Dan aku tidak ingin malu jadi pura-pura aja lihat jalan mau arahnya kemana padahal sebenarnya dalam hati udah deg-degan mau kemana setelah ini. Akhirnya aku putuskan untuk mengikuti sebuah keluarga yang kebetulan juga mau ke Surabaya. Walaupun pada akhirnya mereka berhenti buat photo-photo dan aku pura-pura ngambil gambar juga.
Karena kelamaan nungguin mereka gak bosan-bosan photo aku memilih untuk melanjutkan pernjalananku. Kebetulan ditiketku bertuliskan gate 5 jadi aku nyari-nyari aja sampai akhirnya ketemu dan dasarnya aku tidak mengerti dan pertama kali jadinya langsung aja ke gate 5 dan akhirnya staffnya berkata mohon menunggu sebentar lagi karena belum waktunya untuk penerbangan Surabaya.
Malu tentu saja dan aku pilih untuk mencari kursi yang kosong dan duduk menunggu dan akhirnya temanku menelpo juga menanyakan kabarku. Tak ingin malu aku ngakunya bisa sendiri kuatasi. Dia sempat bertanya kamu tidak nyasarkan atau gak salah gate kan? Tentu saja aku jawab tidak padahal sebenarnya semua udah kulalui. Akhirnya tiba juga waktunya aku dipersilahkan untuk memasuki pesawat.
Lain lagi ceritanya yang ini aku sempat salah jalur karena untuk ke Surabaya langsung belok kiri atau kanan aku lupa dan aku malah terus jalan kedepan yang untuk jalur ke Bali. Untunglah staffnya memberikan informasi setelah itu aku menuju ke pesawat dan aku merasa ragu-ragu untuk menaiki pesawat itu dan kuputuskan bertanya ke staff yang ada disana ini pesawat yang ke Surabaya kan? Dengan lembut dia menjawab iya dek ini yang ke Surabaya.
Selesai masalah pesawat berlanjut buat selfi ria dan kayak ada yang kurang pas ada penumpang yang mau ke Surabaya juga minta tolong diphotoin aku pun meng-iya-kan saja. Tentu saja pada akhirnya aku meminta tolong untuk diphotokan juga. Aku naik pesawatnya tentu saja disambut sang pramugari yang cantik nak anggun sembari dengan senyuman yang lebar menyambut kami para penumpangnya.
Keadaan setelah naik pesawat tentu saja aku belum mengerti bagaimana dan dimana aku akan duduk nantinya. Dengan memperhatikan semua penumpang sebelah kiri dan kanan akupun dengan ragu-ragu bertanya ke pramugarinya dimana posisi kursiku. dan akhirnya aku menemukannya. Awalnya kecewa karena bukan di samping jendela walaupun pada akhirnya tak ada penumpang yang duduk disebelahku. Dengan besarnya rasa penasaran yang kumiliki maka kucoba menggunakan sabuk pengamannya naas untukku aku tak tahu bagaimana membukanya.
Dengan perasaan malu dan gengsi akhirnya aku diam saja memperhatikan keadaanku tapi tetap saja kuusahakan untuk membuka sabuk pengaman itu dan akhirnya aku menemukan buku penunjuk didepanku lalu aku mulai mencari petunjuknya. Aku bisa melepaskan diri dari sabuk pengamanku karena takutnya ada penumpang yang duduk disebelahku dan aku tak bisa berdiri karena tak bisa membuka sabuk pengamanku.
Setelah itu ada pengumuman tentang keberangkatan dan aku pun bergeser ke kursi dekat jendela supaya dapat feel-nya naik pesawat ekpektasinya sih begitu. Selama di pesawat yang rencana akan melihat pemandangan malah tertidur yang pada dasarnya aku memang orang yang sangat mudah tertidur. Aku tertidur sampai adanya pengumuman bahwa sebentar lagi akan mendarat.
Setelah mendarat kita dijemput bus dan menuju ke pengambilan bagasi. Awalnya aku masih kebingungan untuk pengambilan bagasi dimana tapi karena sempat menhafal beberapa wajah penumpangnya tadi dan akhirnya aku mengikuti mereka. Aku menunggu bagasiku lumayan lama juga dan aku telah menerima telpon dari sopir travel dari Surabaya ke Pare. Aku mendapatkan bagasiku lalu keluar mencari sopir Travel tapi aku tak melihatnya dan sang sopir menyuruhku untuk menunggu beberapa saat karena dia masih dalam perjalanan.
Sopirnya akhirnya tiba juga didepanku aku sempat ketakutan juga di bandara karena banyak sekali sopir bertanya dan menawarkan jasanya untuk mengantarku. Selum bertemu dengan sang sopir aku sempat kebingungan mencarinya biasa orang pertama kali pergi perjalanan jauh yang nyebrang pulau juga pakai pesawat lagi. Kalau kupikir lagi sekarang begitu lucu perjalananku dan aku akan tertawa lepas jika aku mengingat ekspresiku saat itu. Ekspresi takut dan bingung ada diwajahku ditambah lagi perutku yang mulai kelaparan setelah perjalananku yang panjang untuk menuju ke Pare.
sampai bertemu di Part II



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hambatan Amerika Serikat terhadap CHINA terkait perang dagang

(jangan lupa ikutkan credit kalo mengambil referensi disini) Dengan ambisi China dalam menguasai perdagangan dengan kerangka Belt and Road Initiative (BRI) menjadi ancaman tersendiri bagi Amerika Serikat. Amerika Serikat tidak tinggal diam melihat bagaimana China membangun jalur perdagangan yang pada akhirnya akan menguasai perekonomian dunia ditambah dengan populasi yang ada di negara-negara yang dilalui oleh jalur sutra China. Amerika Serikat dibawah kepemimpinan Donald Trump berusaha mempertahankan dominasi Amerika Serikat dalam setiap aspek dalam semua aktivitas global salah satunya yaitu di perekenomian.   Dengan klaim yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat bahwa adanya kerugian yang dialami oleh Amerika Serikat selama menjalin hubungan perdagangan dengan China hingga mengeluarkan kebijakan untuk menambah tarif untuk produk asal China. Hambatan perdagangan yang diberikan pemerintah Amerika Serikat kepada China secara garis besar ada dua yaitu, memberikan tariff tambaha...

Kata-Kata Yang Unik Dalam Bahasa Indonesia Jarang Diketahui Artinya

  1.    Elegi                      : Syair Sukacita 2.    Arunika                 : cahaya matahari pagi sesudah terbit. 3.    Eunoia                  : pemikiran yang indah, pikiran yang baik 4.    Candramawa        : untuk menyebut warna bulu kucing hitam bercampur putih. 5.    Kanagara              : bunga matahari, mahkota raja, atau mahkota pengantin. 6.    Lazuardi               : permata berwarna biru kemerahan, warna biru muda langit. 7.    Nayanika            ...

geopol IR

Tugas mandiri Geopolitik Nama               : Suraya Stambuk          : 45 14 023 014 Ilmu Hubungan Internasional 1.      Wawasan nusantara dalam konteks geopolitik Wawasan nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensi yang serba terhubung serta pemekarannya ditengah-tengah lingkungan tersebut berdasarkan asas nusantara. [1]  Sedangkan geopolitik menurut saya sendiri adalah suatu cara pandang terhadap lingkungan (darat, laut, udara) dalam rana pengambilan keputusan disetiap negara. Tapi beberapa ahli dunia juga mengeluarkan pandangannya sendiri mengenai geopolitik dan saya mengambil yang sedikit banyak ada yang dapat diterapkan di Indonesia. Friedrich ratzel(1844-1904) dengan teori space. Menyatakan “bangsa berbudaya akan membutuhkan sumber budaya  manusia yang tinggi dan ak...