HUJAN
DAN DESEMBER
by Yaya
Hari
ini project yang kami canangkan bersama teman-teman maupun dosenku dimulai.
Hari pertama di Bulan desember di sambut hujan dipagi hari dan aku terjebak
dalam kostku tak tahu akan mealakukan
apa. ohh iya selamat hari AIDS sedunia untuk orang-orang yang terinveksi
hanya doa untuk kesembuhan kalian yang dapat saya panjatkan di hari ini.
Desember
tahun ini telah datang dan sudah pasti ini menjadi bulan terakhir di tahun ini.
Selama sebelas bulan penuh telah kulalui dengan berbagai cerita yang takkan
terulang lagi. Sebuah perjalanan yang panjang kulalui, melakukan perjalan jauh
ke berbagai tempat dan daerah. Susah
Senang, Menangis Tertawa, Marah Bahagia, Berani Takut semuanya telah tercampur
menjadi satu rasa hingga saat ini.
Desember
untuk beberapa orang adalah bulan istimewah seperti Bulan Cristhmas, Aniversary
untuk apapun ataupun sebagai bulan penutup tahun. Bagiku bulan desember punya
cerita sendiri dalam hidupku. Setiap bulan Desember aku akan mulai melihat
kembali kebelakang bulan-bulan yang telah kulalui dan mengingatkan diriku bahwa
umurku terus bertambah dan masa ini punya hari dimana aku akan meninggalkannya.
Desember
disambut hujan walaupun aku tak mengingat tentang awal desember tahun lalu tapi
satu yang pasti saat desember datang maka saat itu musim hujan telah datang
pula. Aku selalu punya cerita tentang hujan di bulan desember selama aku kuliah
di kota ini. Tahun pertama kuliah aku ingat saat itu pernah banjir beberapa
kali dan aku terjebak di kost ataupun di kampusku. Ketika itu kami terjebak
dalam kost dan tak ada makanan dan sudah pasti kami kelaparan hingga akhirnya
kami memberanikan diri untuk menerobos saja air banjir untuk mengisi perut. Dan
satu hal yang aku pelajari dari terjebak banjir di kost ketika ada bencana
banjir orang-orang akan sangat membutuhkan makanan selama banjir berlangsung
bagaimana tidak karena ketika kedinginan akan membuat kita cepat merasa lapar.
Lain
lagi ceritanya ketika aku terjebak di kampus. Jadi kejadiannya itu aku
ikut pengkaderan BEM tapi ketika kami
akan pulang hujan deras melanda kota ini
dan kami hanya bisa menanti hujan reda. Dan sampai akhirnya aku melihat keluar
jendela atau pintu dan taman, parkiran telah penuh dengan air dan airnya
sejengkal diatas mata kaki.
Ketika hujan kadangkala aku menyukai hujan
tapi lain waktu aku takut akan hujan. Saat hujan tak diikuti gemuruh guntur aku
akan sangat menikmati hujan dan kadang kala aku bermain hujan hingga lelah
sendiri tapi ketika hujan diikuti gemuruh guntur yang menggelegar aku hanya
berharap hujannya segera berhenti karena aku sangat takut akan itu.
Komentar
Posting Komentar