Tugas mandiri Geopolitik
Nama : Suraya
Stambuk : 45 14 023 014
Ilmu
Hubungan Internasional
1. Wawasan
nusantara dalam konteks geopolitik
Wawasan nusantara merupakan cara pandang bangsa
Indonesia tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensi yang serba terhubung
serta pemekarannya ditengah-tengah lingkungan tersebut berdasarkan asas
nusantara.[1]
Sedangkan
geopolitik menurut saya sendiri adalah suatu cara pandang terhadap lingkungan
(darat, laut, udara) dalam rana pengambilan keputusan disetiap negara. Tapi
beberapa ahli dunia juga mengeluarkan pandangannya sendiri mengenai geopolitik
dan saya mengambil yang sedikit banyak ada yang dapat diterapkan di Indonesia. Friedrich ratzel(1844-1904) dengan
teori space. Menyatakan “bangsa berbudaya akan membutuhkan sumber budaya manusia yang tinggi dan akhirnya mendesak
wilayah primitive bangsa. Lain lagi dengan Alfred
T. Mahan mengatakan “lautan kehidupan, ada banyak sumber daya alam dilaut.
Oleh karena itu harus membangun angkatan laut yang kuat untuk menjaga. Giulio Douhet dan William Mitchel
menyatakan “anngkatan udara mampu beroperasi sampai ke garis belakang lawan dan
kemenangan akhir ditentukan oleh kekuatan udara”. [2]
Wilayah Indonesia yang terdiri dari beberapa pulau
besar dan kecil dan dipisahkan dan dihubungkan
oleh laut, pulau-pulau dan selat yang harus djaga dan masih penentuan wilayah nasional dengan
segala isi dan kekayaan. Dengan banyaknya pulau, luasnya laut dan luasnya udara
negara Indonesia memungkin Indonesia mengkombinasikan berbagai wawasan yang
dikemukan para ahli hingga menghasilkan wawasan nusantara yang sesuai dengan
socio-culture bangsa Indonesia sendiri. Indonesia merupakan negara yang
memiliki wilayah yang luas, sumber daya alam yang kaya, serta populasi yang
besar sehingga Indonesia seharusnya mampu mengendalikan potensi-potens yang
dimilikinya dengan tepat. Banyak hal yang akan menjadikan Indonesia sebagai
negara yang punya power besar jika saja kita mampu mengelolah sumber daya
manusia(SDM) dengan baik dan negara kita akan kuat jika kita bisa mengendalikan
laut yang luas dan suber daya yang berlimpah didalamnya. Wawasan nusantara
sendiri merupakan teori mengenai geopolitik yang ada di Indonesia dengan
menggabungkan beberapa teori menurut saya sesuai dengan kebutuhan Indonesia
sendiri. Dikarenakan Indonesia bukan negara dengan satu kelebihan tapi punya
banyak kelebihan yang harusnya mampu kita kendalikan dengan kebijakan-kebijakan
politik.
2. Posisi
strategis Indonesia sebagai negara kepulauan
Sejak dahulu kala Indonesia sudah dikenal sebagai
kerajaan maritime mulai dari kerajaan sriwijaya, singosari, demak dan yang
paling besar ia kerajaan majapahit dibawah kepemimpinan raden wijaya, hayam
huruk, serta patih gadjah mada. Tapi setelah penjajahan belanda selama 350 tahun kurang lebih belanda menrampas sumber
daya alam Indonesia dan melarang bangsa Indonesia menjual barang dagangannya
kecuali kepada bangsa Belanda saja. [3]
Sejak zaman penjajahan bangsa Indonesia diarah negara
agraris hingga melupakan bahwa bangsa Indonesia merupakan salah satu negara
maritime dan mirisnya itu menjadi kebiasaan hingga kemerdekaan Indonesia bahkan
hingga saat ini.[4]
Negara hanya terfokus pada agrarisnya saja padahal potensi bahari kita sangat
besar dan juga wilayah negara Indonesia sebenarnya yang sangat strategis untuk
kapal-kapal melintas dari daerah samudra pasifik ke samudra hindia dan
sebaliknya dan kapal-kapal yang akan menuju australia ataupun menuju ke asia.
Sebagaimana politik luar negeri Presiden Joko Widodo
yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara poros maritime dunia. Menurut Geoffrey Till ada empat alas an mengapa laut penting dalam
wilayah. 4
1. sebagai sumber daya alam di mana
sekitar 20% protein bersumber dari laut serta sumber minyak bumi dan gas.
2. sebagai medium transportasi dan
pertukaran seperti pelayaran dan perdagangan.
3. medium informasi dan penyebaran
ide atau efek lain dari poin nomor dua sebelumnya, serta,
4. sebagai medium dominasi, yaitu
siapa yang memiliki kekuatan perang di laut maka dia akan menguasai wilayah
atau kawasan.
Selain itu ada beberapa hal yang harus dicermati
ketika ingin menjadi negara maritime yang kuat menurut kajian dari Prof. Dr. Ir. Budi Susilo
Soepandji D.E.A. selaku Gubernur
Lemhanas4 , yaitu:
1. konsep geopolitik global dan spesifik
Indonesia,
2. permasalahan dan tantangan yang muncul akibat
geopolitik tersebut, dan dari sana baru kita beranjak menuju
3. konsep dan kerangka negara maritim yang
dikembangkan sesuai dengan kondisi geopolitik Indonesia
Dengan
melihat analisi dari Prof.
Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji D.E.A. saya menyimpulkan bahwa
konsep yang harus negara gunakan sesuai
dengan kondisi wilayah dan keadaan geopolitik di negara Indonesia terlebih lagi
banyak kepentingan-kepentingan negara lain di laut Indonesia. Terkadang kita
sibuk mencari siapa yang bertanggung jawab harusnya kita mencari penyebab
mengapa negara dan Sumber Daya Manusia kita jarang yang menyadari potensi laut
kita yang sangat besar. Pada pemerintahan sekarang mungkin kita melihat
bagaimana usaha negara Indonesia untuk kembali mengeksiskan dirinya dalam
kemaritiman sebagaimana kejayaannya dimasa lalu.
[1] Munadjat Danusaputro(1981:34)
[2] http://www.dosenpendidikan.com/10-pengertian-geopolitik-menurut-para-ahli/#
[3] http://danangsucahyo.blogspot.co.id/2013/01/eksistensi-indonesia-sebagai-negara.html?m=1
[4] http://www.kompasiana.com/ririsatria/dari-simposium-di-lemhanas-strategi-menuju-negara-maritim_54f423b27455137e2b6c8951
Komentar
Posting Komentar