Selesai
sekolah menengah atas kita memilih jalan-jalan kita sendiri dan ada yang
melanjutkan kuliah ke Universitas, ada yang langsung mencari kerja dan ada juga
yang menikah. Begitupun diriku memilih untuk melanjutkan kuliah ke jenjang perguruan
tinggi dan walaupun dewi fortuna tidak berpihak padaku untuk perguruan tinggi
negeri. Aku melanjutkan di perguruan swasta dan pertama kali memasuki gedung
tua ini membuatku sedikit berdebar dan merinding seketika itu.
Aku
menelusuri lorong gedung ini dan mencari lift untuk menuju ke lantai 7 kampus
ini dan kesan angker tak dapat diabaikan dengan penampilan gedung tua ini dan
beberapa langkah aku menemukan lift tua yang telah ada bersamaan dengan
berdirinya gedung ini sejak 1985 tahun yang lalu. Dan jangan membayangkan untuk
perasaan tenang memasuki lift ini karena getarannya sangat terasa dan ini
membuat orang-orang merinding ketika berada didalamnya.
Bahkan
aku sempat merasa bergetar bukan hanya berdebar-debar tak karuan ketika berada
didalamnya dan nuansa vintage ada disana dengan dindingnya yang berwarna coklat
muda dan bermotif garis-garis kayu pada umumnya menambah aksen vintagenya. Aku
memperhatikan lift itu dilengkapi lampu minimalis dan bahkan belum pernah ada
renovasi sejak ini diresmikan.
Aku
tiba dilantai 7 dengan suasana horor ketika pintu lift terbuka dan aku tak bisa
berkata-kata melihatnya bahkan lantainya pun belum menggunakan tehel dan masih
moel lama dengan dicor seadanya lalu dibuatkan motif persegi untuk
menghilangkan kesan polosnya. Dilantai ini aku akan menempuh semester pertamaku
dengan peralatan seadanya yang membuatku merinding ketika kuarahkan pandanganku
keberbagai sudut gedung ini.
Bagiku
menjadi mahasiswa akan menjadi sesuatu tanpa pemikiran yang horor seperti ini
dan instingku merasa bahwa lantai ini punya kisah kelam ataupun kisah-kisah
horor pada umumnya dan benar saja setelah beberapa waktu aku menjalani hidupku
sebagai mahasiswa baru. Aku mendengar bahwa lantai ini memiliki penunggu dan
terkadang meneror orang-orang yang berada disana. Aku pun pernah beberapa kali
merasakannya.
Pertama
kali aku merasakannya ketika aku berada dikampus rapat bersama beberapa senior
yang akan mengerjakan suatu proyek dan kita bekerja sampai malam sekitar jam 8
malam dan saat itu belum ada aturan tentang batasan berada dikampus.
Pada
saat itu kami sedang berdiskusi tentang apa yang harus dilakukan besok setelah
apa yang kita lakukan hari ini. Dan kemudian kami mendengar ada yang berlari
dari lantai delapan ataupun sembilan melewati tangga dan awalnya kami tidak
memperhatikannya. Itu terjadi kedua kalinya dan setelah sampai ke lantai tujuh
tak ada langkah kaki lagi dan itu terjadi dua kali setelah itu umtuk yang kedua
kalinya salah satu dari kami menuju pintu dan melihat keluar kedepan pintu lift
dan tangga tapi suara langkah kaki itu menghilang tanpa ada jejak. Kami mulai
bertanya-tanya kemana hilangnya suara langkah kaki itu seandainya ada orang
yang tengah berlalu menuju ke bawah pasti akan ada dengungan langkah kakinya
terdengar tetapi ini tidak ada. Sambil memperhatikan kiri kanan lorong yang ada
dilantai tujuh itu tapi tak ada jejaknya. Sampai ketika ia masuk kedalam dengan
ekspresi bahwa tak ada orang dan mungkin kami hanya berhalusinasi tentang itu
tapi setelah itu kami mulai menceritakan
tentang adanya yang menempati lantai itu sosoknya perempuan berpakaian merah
dan berambut panjang serta mata merah yang melotot.
Kami
mendengar bahwa iya suka mengganggu para staf yang tinggal lembur dikampus
ataupun sekedar tinggal untuk bercengkrama dengan teman. Kisah ini telah ada
sebelum aku masuk ke kampus ini dan banyak kisah-kisahnya.
Pernah
suatu kali, kami tinggal untuk lembur karena ada hal yang mendesak yang
dikerjakan oleh dosen dan kami juga ikut membantu dan saat itu sekitar jam enam
lewat dan aku ditugaskan untuk melihat ke lift apakah masih aktif karena
biasanya jam lima atu enam akan dinonaktifkan. Dengan sedikit perasaan
takut-takut aku keluar dan berjalan dilorong yang agak gelap karena penarangan
hanya ada didepan lift sebelah kanan kirinya tidak menyalah dan itu membuatku
merinding sampai bulu kudukku berdiri tapi kulangkahkan kaki dengan perlahan
sambil berkata pada diriku bahwa tidak apa-apa bukan hanya ada diriku dilantai
itu. Perlahan-lahan aku menuju depan lift dan aku menekan pintu lift dan aku
menunggu sampai pintu lift terbuka dan aku melihat lampu dalam lift sebelah
kiriku berkelip-kelip seperti ada yang memainkan lampunya padahal selama
seharian full menggunakan lift tak ada yang seperti ini. Dengan wajah tegang
aku memperhatikan lift itu dan hampir berlari ketika aku melihatnya ditambah
tak ada orang lain didekatku ketika itu terjadi setelah beberapa kali seperti
lampunya kembali normal tetapi aku terlalu takut untuk melangkahkan kakiku
masuk kedalam dan aku masih terpaku dengan jariku yang masih menekan tombol
didepannku hingga perlahan-lahan kulepaskan dan pintunya kembali tertutup.
Berjalan beberapa menit hampir semua orang berada didepan lift kecuali satu
orang karena masih sholat dan setelah itu kami berinisiatif untuk masuk
terlebih dahulu ke dalam lift dan tak kusangka ketika kami berada didalamnya
tiba-tiba lampu lift berkedip-kedip seperti ada yang mengendalikan dan seketika
itupun kami berlari keluar dari lift sambil berteriak karena kejadian itu
sampai kami semua berkumpul. Lalu diberanikan diri untuk masuk kedalam lift
lagi dengan perasaan tak menentu.
Berbeda
dengan cerita kami yang tak melihat secara langsung tetapi beberapa staf lantai
sembilan pernah bertemu dan mengalami hal yang tidak mengenakkan bagi mereka. Seperti
suatu hari salah seorang staf kita saja
pak Kacamata, sedang memeriksa teknisi liftdan kerja lembur setelah itu iya
turun mennggunakan lift dan ketika ia masuk kedalam lift ada seorang wanita
dipojokan lift memakai baju merah dan berambut panjang membelakangi pintu lift
dan tanpa merasa curiga pak kacamata pun masuk. Setelah berada dalam lift
tiba-tiba sang perempuan berujar kepada pak Kacamata “Kalian pulanglah dan
jangan ganggu kami. Setelah jam lima sero itu waktunya kami yang berjaga disini”
tanpa membalikan badannya. Hingga membuat pak Kacamata ketakutan karenanya.
Bahkan menjadi topik yang hangat dibicarakan oleh semua orang dilingkungan
kampus.
Terkadang
kita tidak mempercayai hal-hal yang mistis tetapi yakinlah itu ada.
SEO
Komentar
Posting Komentar