Langsung ke konten utama

kurangnya peran pemerintah dalam sektor ekonomi kreatif (tugas sistem ekonomi Indonesia)


NAMA             : S U R A Y  A
STAMBUK    : 4514023014
JURUSAN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR
Ekonomi kreatif adalah sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama.  Konsep ini biasanya akan didukung dengan keberadaan industri kreatif yang menjadi pengejawantahannya. Seiring berjalannya waktu, perkembangan ekonomi sampai pada taraf ekonomi kreatif setelah beberapa waktu sebelumnya, dunia dihadapi dengan konsep ekonomi informasi yang mana informasi menjadi hal yang utama dalam pengembangan ekonomi
Jenis ekonomi kreatif
#1.Periklanan(advertising)
#2. Arsitektur
#3. Pasar Barang Seni
#4. Kerajinan (craft)
#5. Desain
#6. Fesyen (fashion)
#7. Video, Film dan Fotografi
#8. Permainan Interaktif (game)
#9. Musik:
#10. Seni Pertunjukan (showbiz)
#11. Penerbitan dan Percetakan
#12. Layanan Komputer dan Piranti Lunak (software)
#13. Televisi & Radio (broadcasting)
#14. Riset dan Pengembangan (R&D)
#15. Kuliner
Pemerintah Indonesia dan para pelaku dalam industry pertelevisian serta perfilman harusnya dapat mencontoh apa yang dilakukan oleh Korea Selatan, China, Jepang. Seperti diketahui bahwa ketiga negara tersebut sangat konsen terhadap ekonomi kreatif yang berkembang di negaranya. Tapi ada banyak pertanyaan yang muncul ketika membandingkan dengan ekonomi kreatif di Indonesia. Perkembangan industry pertelevisian di Indonesia jauh tertinggal dibandingkan dengan ketiga negara yang saya sebutkan jangankan dengan negara asal asia timur itu, lakorn Thailand (drama) dan film Thailand jauh lebih berkualitas dibanding dengan Indonesia.
Selama ini pemerintah Indonesia dan para pelaku di industry pertelevisian jalan sendiri-sendiri. Padahal industry pertelevisian punya banyak potensi yang besar jika dikelolah dengan benar baik dari perspektif pemerintah maupun para pelaku dibidang industry pertelevisian. Kurangnya perhatian pemerintah dalam mengontrol sinetron yang ditayangkan di siaran televisi Indonesia menjadikan sinetron Indonesia kurang memasukkan unsur edukatif dan budaya didalamnya. Walaupun sejak pemerintahan Jokowi-JK adanya pembentukkan departemen yang khusus menangani ekonomi kreatif. Harus pemerintah lebih peka terhadap perkembangan ekonomi kretif di Indonesia sebagai contoh Korea Selatan yang tidak diragukan lagi kualitas dramanya dan bagaimana pemerintah setempat mendukung program para pelaku dibalik industry pertelevisian. Sejak kritis monoter di tahun 1997-1998 Korea Selatan mulai mengubah arah kebijakan ekspor mereka bukan hanya berpatokan pada komoditi Ginseng saja yang selama ini menjadi bahan ekspor utama negara tersebut, tapi mereka mulai mengembangkan ekonomi kreatif dan mendapatkan pemasukkan ke kas negara melalui penjualan film, drama, dan music hingga membuat gelombang hallyu di seluruh asia bahkan dunia. Sebanarnya apa yang dilakukan pemerintah  Korea Selatan bisa menjadi contoh terhadap pemerintah Indonesia bagaimana mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia.
Lagi-lagi jika melihat dari sudut pandang para pelaku di Industry pertelevisian Indonesia, banyak hal yang masih kurang jika dibandingkan dengan kualitas drama Korea dengan sinetron Indonesia. Bukannya memihak drama Korea karena saya adalah penggemar drama korea tapi banyak hal yang membuat miris ketika kualitas yang diperbandingkan disini. Kekurangan bisa saja diperbaiki tapi membutuhkan perbaikan system yang telah mengakar dimasyarakat dan telah menjadi budaya. Ketika menonton sinetron yang ada menurut saya sangat banyak yang kurang dibandingkan dengan kelebihan yang harus diperbaiki disetiap produksi dan penayang sinetron.
Pertama yang harus diperbaiki demi kualitas yakni tema dan alur cerita, sinetron terlalu monoton dan setiap ceritanya hanya-hanya berkisah tentang persaingan mendapatkan cinta antara pemeran antagonis dan protagonist, kisah cinta antara si kaya dan si miskin yang tidak direstui oleh orangtua, durhaka dengan orangtua, mendapatkan karma karena kesombongan, dll. Jika dibandingkan dengan tema dan alur drama Korea yang benar-benar akan membuat orang larut dalam peran yang dimainkan oleh para actor dan tema dan alur ceritanya terkadang sangat konsisten sehingga menghasilkan kualits yang baik. 
Kedua proses produksi yang dibuat asal jadi yang penting memenuhi jadwal kejar tayang. System produksi di Indonesia yang sangat  mengutamakan kejar tayang setiap sinetron yang ada tanpa melihat apakah sinetron itu punya kulitas yang baik. jika belum siap untuk ditayangkan  maka jangan menayangkan sinetron itu tapi hal yang sangat berbeda ketika melihat realitas yang ada di Indonesia. Seharusnya Sutradara, Produser, dan cru dapat membuat sinetron yang lebih berkulitas bukan hanya mengalir bagaikan air tanpa tujuan dan menyesuaikan dengan trend yang ada tanpa tahu apa sebenarnya pesan yang ingin disampaikan ataupan tujuan dari sinetron tersebut diproduksi. Dibutuhkan perombakan secara besar-besaran dalam produksi dan penayangan sinetron di Indonesia. Membandingkan dengan korea yang memang mempersiapkan secara matang ketika akan memproduksi drama yang sudah dari beberapa bulan sebelum tayang telah dipersiapkan dengan matang bahkan terkadang memakan waktu satu tahun sebelum masa tayangnya, sebagai contoh diawal tahun ini saja para pelaku baik cru drama maupun pemeran telah melakukan  persiapan  mulai dari jadwal tayang, pembacaan skrip, casting actor, yang bahkan penayangannya di pertengahan tahun  2016 dan juga dikorea ada jurusan scenario dan setiap bulannya diadakan lomba untuk mencari scenario yang berkualitas untuk diproduksi dan ditayangkan. Ini bisa menjadi sebuah perenungan untuk sinetron di Indonesia.
Ketiga yang harus diperhatikan oleh pemerintah dan para pelaku di industry pertelevisian dalam hal ini sinetron adalah edukasi yang kurang sekali ada dalam sinetron Indonesia. Dalam sebuah sinetron terkadang profesi yang paling sering kita dapatkan adalah pengusaha tapi tidak jelas pengusaha apa dan jarang sekali menggunakan profesi yang lain. Misalnya dokter, arsitek, perawat, pelatih kebugaran, pengacara, artis, pemain bola, atlet renang, atlet lompat tinggi, atlet pesenam, pilot, pramugari, tentara, polisi, detective, angkatan laut dan sebagainya. Ketika kita menonton harusnya banyak hal yang dapat diketahui melalui profesi seseorang tapi terkadang sinetron hanya mengenal beberapa profesi pengusaha, penjual di warteg,asongan, pengamen, pengemis, petani, yang dipastikan hanya menceritakan tentang kemelaratan dan tidak ada unsure edukasi didalamnya. Dengan drama korea kita akan dikenalkan dengan profesi yang mereka perankan misalnya jika  tokoh utama pengusaha maka akan diperlihatkan dia itu pengusahan dibidang apa misalkan dibidang perkapalan maka jangan heran ketika banyak diperlihatkan proses pembuatan kapal, bagian-bagian kapal, posisi-posisi seseorang dalam kapal, nama-nama peralatan bahkna fungsinya pun dijelaskan bahkan terkadang ada note dilayar televisi yang menjelaskan apa yang dimaksud dari tokoh. Harusnya sinetron dapat mengambil contoh drama korea bukan hanya menjiblak tapi karena ratingnya tinggi malah menunda endingnya bahkan terkadang ceritanya yang ngawur  kesana-sini. Pernah nonton sinetron Indonesia  yang pertama miskin kemudian tiba-tiba kejatuhan emas langsung kaya kemudian jatuh miskin lagi kemudian jadi artis kemudian jadi gelandangan kan gak konsisten sekali dan tidak ada nilai edukasi yang akan disampaikan ke penonton terkadang saya sendiri heran dengan sinetron Indonesia.
Keempat  adalah kualitas acting para pemeran dalam sinetron Indonesia yang harus diperbaiki yang terkadang hanya mengandalkan tampang saja untuk mengambil peran dalam sinetron. Tidak bisa menyalahkan kualitas acting para tokoh dalam sinetron denngan jadwal kejar tayang sinetron yang setiap hari. Tapi jika saya menonton sinetron Indonesia sangat disayangkan kualitas acting mereka  hanya standar-standar saja dan terkadang juga artis Indonesia tidak mengambil peran yang menantang ketika bermain sinetron mereka merasa sudah klop dengan satu karakter maka sinetron-sinetron selanjutnya akan selalu mengambil peran yang sama contohnya Prilly Latuconsina yang selalu mengambil peran yang centil dari awal saya menonton sinetron yang diperankan olehnya selalu berperan centil. Berbeda ketika dibandingkan dengan para actor korea yang sudah jempollah kalau masalah kualitas acting dimana mereka telah melalui masa trainee untuk debut dalam sebagai actor dan juga mereka ketika masuk perguruan sebagian besar mengambil jurusan teater dan art untuk memperdalam kualitas acting mereka. Bukannya senang membadingkan hanya saja kita dapat mempelajari bagaimana mereka bisa sangat bagus dan professional sekali ketika mereka berakting dalam sebuah drama.
Yang terakhir adalah budaya yang sudah terlupakan dalam setiap sinetron Indonesia dan terkadang hanya terfokus pada budaya betawi, jawa dan sunda padahal masih banyak unsure budaya yang bisa dimasukkan kedalam sinetron Indonesi. budaya Indonesia yang sangat banyak bukan hal yang sulit untuk memasukkannya tapi melihat sinetron Indonesia yang sangat jarang memasukkannya ke dalam sinetron Indonesia.
Sebenarnya melihat bahwa banyaknya populasi di Indonesia dapat mempromosikan barang dan jasa hasil karya anak bangsa dalam setiap produksi sinetron misalnya fashion, furniture, dan aksesoris dengan cara mensponsori.  Ini berdasarkan riset yang saya lakukan dalam setiap menonton drama korea dimana sebagian besar barang dan jasa yang digunakan merupakan sponsor dari para pengusaha dan desainer asal korea. Sebagai contoh bagaimana efek seorang artis korea anggota EXO bernama Chanyeol  yang memakai sandal Swallow dibandara Seotta dan juga di bandara Incheon karena kakinya sakit. Bahkan sempat tranding topic di twitter dan bahkan ada orang Indonesia yang menjual sandal Swallow di forum online dengan harga $ 200 dollar Amerika yang bahkan ketika di Indonesia hanya seharga 15 ribu rupiah.

Kesimpulan
Pemerintah Indonesia harus lebih memperhatikan perkembangan industry sinetron di Indonesia dan membuka jalan yang lebar untuk berkarya dan memperbaiki system yang ada dalam industry sinetron walaupun kesan pemerintah mengintervensi tapi terkadang itu dibutuhkan untuk memajukan sinetron agar lebih berkualitas. Dan pemerintah dapat memanfaatkan ekonomi kreatif dalam mendapatkan pemasukan ke kas negara. Tapi harus benar-benar mendukung karya anak bangsa.
Dan para pelaku dalam industry sinetron harus keluar dari zona nyaman yang selama ini hanya berputar-putar pada satu tema dan cobalah mencontoh Korea Selatan bukan menjiblak tapi bagaimana mereka memasukkan edukasi dan budaya dalam setiap drama yang mereka produksi.
Serta ketika ada sinetron yang akan diproduksi atau sedang tayang memberikan kesempatan kepada pengusaha muda untuk menjadi sponsor baik itu fashion, furniture, dan aksesoris. Sebagaimana kita tahu bahwa banyak karya anak bangsa yang berkualitas dan  bisa menjadi salah satu cara promosi.
Daftar pustaka

 http://silontong.com/2014/06/16/pengertian-dan-15-jenis-ekonomi-kreatif-di-indonesia/
https://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_kreatif
https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid...id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hambatan Amerika Serikat terhadap CHINA terkait perang dagang

(jangan lupa ikutkan credit kalo mengambil referensi disini) Dengan ambisi China dalam menguasai perdagangan dengan kerangka Belt and Road Initiative (BRI) menjadi ancaman tersendiri bagi Amerika Serikat. Amerika Serikat tidak tinggal diam melihat bagaimana China membangun jalur perdagangan yang pada akhirnya akan menguasai perekonomian dunia ditambah dengan populasi yang ada di negara-negara yang dilalui oleh jalur sutra China. Amerika Serikat dibawah kepemimpinan Donald Trump berusaha mempertahankan dominasi Amerika Serikat dalam setiap aspek dalam semua aktivitas global salah satunya yaitu di perekenomian.   Dengan klaim yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat bahwa adanya kerugian yang dialami oleh Amerika Serikat selama menjalin hubungan perdagangan dengan China hingga mengeluarkan kebijakan untuk menambah tarif untuk produk asal China. Hambatan perdagangan yang diberikan pemerintah Amerika Serikat kepada China secara garis besar ada dua yaitu, memberikan tariff tambaha...

Kata-Kata Yang Unik Dalam Bahasa Indonesia Jarang Diketahui Artinya

  1.    Elegi                      : Syair Sukacita 2.    Arunika                 : cahaya matahari pagi sesudah terbit. 3.    Eunoia                  : pemikiran yang indah, pikiran yang baik 4.    Candramawa        : untuk menyebut warna bulu kucing hitam bercampur putih. 5.    Kanagara              : bunga matahari, mahkota raja, atau mahkota pengantin. 6.    Lazuardi               : permata berwarna biru kemerahan, warna biru muda langit. 7.    Nayanika            ...

geopol IR

Tugas mandiri Geopolitik Nama               : Suraya Stambuk          : 45 14 023 014 Ilmu Hubungan Internasional 1.      Wawasan nusantara dalam konteks geopolitik Wawasan nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensi yang serba terhubung serta pemekarannya ditengah-tengah lingkungan tersebut berdasarkan asas nusantara. [1]  Sedangkan geopolitik menurut saya sendiri adalah suatu cara pandang terhadap lingkungan (darat, laut, udara) dalam rana pengambilan keputusan disetiap negara. Tapi beberapa ahli dunia juga mengeluarkan pandangannya sendiri mengenai geopolitik dan saya mengambil yang sedikit banyak ada yang dapat diterapkan di Indonesia. Friedrich ratzel(1844-1904) dengan teori space. Menyatakan “bangsa berbudaya akan membutuhkan sumber budaya  manusia yang tinggi dan ak...