Langsung ke konten utama

My story

kalian tahu apa yang sangat menyenangkan ketika bangun dipagi hari?



aku terbiasa bangun disetiap jam alarmku berbunyi mengabarkan jam berapa sekarang. ketika aku mulia membasuh wajahku dengan air wudhu sangat menenangkan entah perasaan apa itu. kubuka jendela kamar sambil menanti pajar akan nempakkan dirinya padaku. 

ahh pagi lagi aku bertemu lagi denganmu sang fajar yang mulai meninggi diufuk ditimur sana. kokohkan ayam menemaniku saling seru-menyeruh itu merupakan nyanyian yang menyenagkan hidup di salah satu kota besar di negeri ini.

 mungkin aku sama dengan anak perantau lainnya mencoba menimbah ilmu di kota besar yang menawarkan berbagai fasilitas yang lebih baik dan dosen  yang lebih mumpuni. aku terbiasa hidup jauh dari orangtuaku jadi walaupun aku mandiri secara fisik tapi aku manja dengan masalah finansial. 
 

pagi ini sama dengan kemarin aku mulai menatap komputer pc-ku mencoba mencari ide didalamnya. aku bukan penulis yang baik atau pandai hanya seorang penulis amatiran yang menyukai dunia baca dari kecil. banyak hal yang mungkin orang lain tidak tahu tentang diriku yang tertutup dengan keadaan keluargaku. aku terbiasa menjadi penyimpan rahasia untuk diriku sendiri dan memendam semua sendiri. ketika semua orang menghujatku aku cuma mampu bertahan dalam keadaan diam.  

pagi ini aku bercerita tentang pagi yang biasa aku lalui lebih dari satu tahun sejak kuinjakkan kakiku di kota ini. sebuah kota perjuangan yang mrnjadi sejarah perjuangan negeriku dimasa lalu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hobbyphobic: Zine sebuah komunitas alternatif

 Sebuah riset yang menjadi tugas mata kuliah di semester tujuh mengharuskan kami untuk turun ke lapangan untuk mencari data. Sebelum melakukan riset kami mengundi terlebih dahulu untuk menentukan objek yang akan kami teliti. Siang itu pak Bobby sebagai dosen pengampuh mata kuliah Politik Bisnis memberikan delapan pilihan untuk kategori industri ekonomi kreatif di Makassar. Kami awalnya diberikan kesempatan untuk memilih ingin subjek apa yang akan diteliti dan ternyata hanya satu orang yang sesuai dengan keinginannya yaitu Adenovianto.  Berselang seminggu kemudian saya memutuskan untuk melakukan riset lapangan sendiri. Saya menuju kampus dengan berjalan kaki sekitar sepuluh menit dari kost ke kampus dan setelah beberapa menit saat dikampus saya pun berangkat. Saya menggunakan transfortasi online untuk menuju ke Rappokalling. Hobbyphobic adalah salah satu industri kreatif yang bergerak dibidang fashion yang berlokasi di Makassar. Sebagai peneliti pemula saya kurang tahu di...

untukmu indonesiaku

Apa yang akan saya persembahkan untuk Indonesia ketika saya telah sarjana? Pertanyaan yang lumayan membuka cakrawalaku tentang apa yang akan aku persembahkan untuk Indonesiaku yang tercinta. Aku tumbuh besar dibawa langit biru ibu pertiwi walaupun aku tidak lahir disini aku bangga menjadi bagian dari negeri ini. Apa yang akan kupersembahkan? Aku bahkan tidak bisa menjamin apakah apa yang saya tulis dapat saya wujudkan. Aku punya impian mungkin mungkin agak berbeda dengan siapapun yang mengambil jurusan Hubungan Internasionl, impianku menjadi penulis tentang apapun yang kusukai atau apapun pengalamanku yang ingin aku bagi. Aku ingin menjadi relawan untuk pendidikan dan social setidaknya itu yang akan aku persembahkan untuk Indonesia. Membantu anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah , membantu orang-orang yang kelaparan, menjadi keluarga anak-anak yang broken home, dan lain-lain. Mungkin bagi orang  lain itu impian yang semua orang bisa tapi itu impian terbesarku untuk me...

Titik

TITIK by Yaya Bagiku menjadi egois itu perlu ataupun menjadi orang yang pura-pura kuat menghadapi hidup. Aku bertahan dengan berusaha lebih keras dari orang lain untuk mencapai sesuatu karena  tak ada yang dapatku lakukan selain berusaha menjadi yang lebih daripada orang lain dalam menjalani hidup ini. Sama halnya ketika aku menjadi mahasiswa aku tak dapat menggambarkan betapa kerasnya hidup kota dengan uang yang pas-pasan itupun kadang masih harus kusisihkan untuk adikku. Aku bukanlah orang lahir dari keluarga berkecukupan hanya saja egoku membawahku pada titik ini. Terkadang ada saat dimana titik aku menyesal memilih jalan ini tapi harus bagaimana untuk mundur aku pun tak berani tapi ketika aku akan maju ada beberapa tantang yang harus kulalui. Ketika sampai pada satu titik dimana aku ingin menyerah dalam pilihanku tapi aku tak punya keberanian lebih untuk melakukannya. Sampai saat ini yang berani kulakukan pun adalah mencoba segala hal yang positif atau apapun yang se...