Diary anak kost
Sudah
jadi hal yang umum jika telah mengenggam gelar LULUS dari Sekolah Mengengah
Atas menginginkan untuk melanjutkan di Universitas ataupun Perguruan Tinggi
Negeri dengan berbagai alasan yang klasik terutama karena biaya disana lebih
murah dibandingkan dengan swasta. Dengan segala hal yang bisa dipertaruhkamn
untuk menjadi bagian dari itu. Dan munafik rasanya jika aku juga tidak larut
dalam hiporia dan bersaing untuk mencoba peruntungan.
Aku
sampai di kota ini malam dan menginap di salah satu rumah kerabat temanku. Dan
yang lebih para aku tidak tahu seluk beluknya kota Makassar. Dimana aku akan
melakukan test SBMPTN dan berungtungnya lokasinya dekat dengan kantor dari
pemilik rumah. Sepertinya dewi portuna berpihak padaku untuk sesaat dan saat
itu sangat berat untuk datang ke kota ini dengan modal uang yang pas-pasan
ditambah tak tahu apa yang harus kulakukan.
Pada
akhirnya aku bersama dengan ibu pemilikrumah menuju tempat test yang berdekatan
dengan kantornya dengan mengendarai motor dia memboncengku menuju kesana dan
memberitahukan bahwa lokasi tempatku test berada pas disamping kantornya.
Dengan wajah lugu dan tegang akan menghadapi test dan tidak mengenal siapapun
disana membuatku sangat ketakutkan apalagi
ini pertama kalinya bagiku untuk test dan berada jauh dari kota asalku.
Tanpa mengenal siapapun aku mencoba berbicara kepada siapapun walaupun canggung
dan merasa seakan dunia akan runtuh dan memakanku dalam keadaan seperti ini.
Aku
datng ke lokasi test SBMPTN lebih cepat
2 jam dikarenakan test untukku dilakasankan jam 10 pagi. Rasa panik , takut,
gugup, menyatu menjadi satu dalam hatiku bahkan aku tak sanggup menatap orang
lain. Bahkan, kesan kampungan sangat melekat denganku dikarenakan aku tak
percaya diri ditempat baru bahkan aku kesulitan berkomunikasi kepada orang
lain. Rasanya aku ingin menangis dalam kondisi seperti ini. Tak banyak yang
dapat aku lakukan.
Aku
bahkan lupa dengan siapa saja aku berbicara ataupun berkenalan dengan siapa.
Aku cenderung tidak peduli hanya merasa tertekan dengan kondisiku saat itu. Aku
melakukan tesnyta dengan baik walaupun aku lupa apakah aku menjawabnya dengan
baik atau tidak.
Yang
lebih para dariini adalah temanku yang bersama-sama test walaupun beda tempat
dan jam belum menjemputku ketika jam 1 siang aku menunggunya hingga beberapa
jam pertama adalah aku sama sekali tidak pernah datang kelokasi ini ini adalah
pertama kalinya. Seandainya tahun ini google maps sudah secanggih sekarang aku
takkan merasa takut. Bukannya lebih hanya saja kota tempat tinggalku sangat kecil
dan kota ini masuk menjadi salah satu kota besar dan metropolitan di Indonesia
dan sangat terkenal untuk kawasan Indonesia Timur.
Keluguan
dan Kepolosan beriringan bersama sehingga ketika temanku datang menjemput dia
malah berkata aku ketiduran dan lupa menjemputmu sambil tertawa garing
didepanku. Rasa aku ingin menjitak kepalanya ataupun menendangnya tapi tak ada
waktu memikirkan itu ditambah dengan kegugupanku menungunya berjam-jam
lamanya. Dengan sedikit perjuangan aku
kembali ke rumahnya.
Komentar
Posting Komentar