Langsung ke konten utama

part 2 TEST SBMPTN

 Diary anak kost

Sudah jadi hal yang umum jika telah mengenggam gelar LULUS dari Sekolah Mengengah Atas menginginkan untuk melanjutkan di Universitas ataupun Perguruan Tinggi Negeri dengan berbagai alasan yang klasik terutama karena biaya disana lebih murah dibandingkan dengan swasta. Dengan segala hal yang bisa dipertaruhkamn untuk menjadi bagian dari itu. Dan munafik rasanya jika aku juga tidak larut dalam hiporia dan bersaing untuk mencoba peruntungan.
Aku sampai di kota ini malam dan menginap di salah satu rumah kerabat temanku. Dan yang lebih para aku tidak tahu seluk beluknya kota Makassar. Dimana aku akan melakukan test SBMPTN dan berungtungnya lokasinya dekat dengan kantor dari pemilik rumah. Sepertinya dewi portuna berpihak padaku untuk sesaat dan saat itu sangat berat untuk datang ke kota ini dengan modal uang yang pas-pasan ditambah tak tahu apa yang harus kulakukan.
Pada akhirnya aku bersama dengan ibu pemilikrumah menuju tempat test yang berdekatan dengan kantornya dengan mengendarai motor dia memboncengku menuju kesana dan memberitahukan bahwa lokasi tempatku test berada pas disamping kantornya. Dengan wajah lugu dan tegang akan menghadapi test dan tidak mengenal siapapun disana membuatku sangat ketakutkan apalagi  ini pertama kalinya bagiku untuk test dan berada jauh dari kota asalku. Tanpa mengenal siapapun aku mencoba berbicara kepada siapapun walaupun canggung dan merasa seakan dunia akan runtuh dan memakanku dalam keadaan seperti ini.
Aku datng ke lokasi test  SBMPTN lebih cepat 2 jam dikarenakan test untukku dilakasankan jam 10 pagi. Rasa panik , takut, gugup, menyatu menjadi satu dalam hatiku bahkan aku tak sanggup menatap orang lain. Bahkan, kesan kampungan sangat melekat denganku dikarenakan aku tak percaya diri ditempat baru bahkan aku kesulitan berkomunikasi kepada orang lain. Rasanya aku ingin menangis dalam kondisi seperti ini. Tak banyak yang dapat aku lakukan.
Aku bahkan lupa dengan siapa saja aku berbicara ataupun berkenalan dengan siapa. Aku cenderung tidak peduli hanya merasa tertekan dengan kondisiku saat itu. Aku melakukan tesnyta dengan baik walaupun aku lupa apakah aku menjawabnya dengan baik atau tidak.
Yang lebih para dariini adalah temanku yang bersama-sama test walaupun beda tempat dan jam belum menjemputku ketika jam 1 siang aku menunggunya hingga beberapa jam pertama adalah aku sama sekali tidak pernah datang kelokasi ini ini adalah pertama kalinya. Seandainya tahun ini google maps sudah secanggih sekarang aku takkan merasa takut. Bukannya lebih hanya saja kota tempat tinggalku sangat kecil dan kota ini masuk menjadi salah satu kota besar dan metropolitan di Indonesia dan sangat terkenal untuk kawasan Indonesia Timur.
Keluguan dan Kepolosan beriringan bersama sehingga ketika temanku datang menjemput dia malah berkata aku ketiduran dan lupa menjemputmu sambil tertawa garing didepanku. Rasa aku ingin menjitak kepalanya ataupun menendangnya tapi tak ada waktu memikirkan itu ditambah dengan kegugupanku menungunya berjam-jam lamanya.  Dengan sedikit perjuangan aku kembali ke rumahnya.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hobbyphobic: Zine sebuah komunitas alternatif

 Sebuah riset yang menjadi tugas mata kuliah di semester tujuh mengharuskan kami untuk turun ke lapangan untuk mencari data. Sebelum melakukan riset kami mengundi terlebih dahulu untuk menentukan objek yang akan kami teliti. Siang itu pak Bobby sebagai dosen pengampuh mata kuliah Politik Bisnis memberikan delapan pilihan untuk kategori industri ekonomi kreatif di Makassar. Kami awalnya diberikan kesempatan untuk memilih ingin subjek apa yang akan diteliti dan ternyata hanya satu orang yang sesuai dengan keinginannya yaitu Adenovianto.  Berselang seminggu kemudian saya memutuskan untuk melakukan riset lapangan sendiri. Saya menuju kampus dengan berjalan kaki sekitar sepuluh menit dari kost ke kampus dan setelah beberapa menit saat dikampus saya pun berangkat. Saya menggunakan transfortasi online untuk menuju ke Rappokalling. Hobbyphobic adalah salah satu industri kreatif yang bergerak dibidang fashion yang berlokasi di Makassar. Sebagai peneliti pemula saya kurang tahu di...

untukmu indonesiaku

Apa yang akan saya persembahkan untuk Indonesia ketika saya telah sarjana? Pertanyaan yang lumayan membuka cakrawalaku tentang apa yang akan aku persembahkan untuk Indonesiaku yang tercinta. Aku tumbuh besar dibawa langit biru ibu pertiwi walaupun aku tidak lahir disini aku bangga menjadi bagian dari negeri ini. Apa yang akan kupersembahkan? Aku bahkan tidak bisa menjamin apakah apa yang saya tulis dapat saya wujudkan. Aku punya impian mungkin mungkin agak berbeda dengan siapapun yang mengambil jurusan Hubungan Internasionl, impianku menjadi penulis tentang apapun yang kusukai atau apapun pengalamanku yang ingin aku bagi. Aku ingin menjadi relawan untuk pendidikan dan social setidaknya itu yang akan aku persembahkan untuk Indonesia. Membantu anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah , membantu orang-orang yang kelaparan, menjadi keluarga anak-anak yang broken home, dan lain-lain. Mungkin bagi orang  lain itu impian yang semua orang bisa tapi itu impian terbesarku untuk me...

Kata-Kata Yang Unik Dalam Bahasa Indonesia Jarang Diketahui Artinya

  1.    Elegi                      : Syair Sukacita 2.    Arunika                 : cahaya matahari pagi sesudah terbit. 3.    Eunoia                  : pemikiran yang indah, pikiran yang baik 4.    Candramawa        : untuk menyebut warna bulu kucing hitam bercampur putih. 5.    Kanagara              : bunga matahari, mahkota raja, atau mahkota pengantin. 6.    Lazuardi               : permata berwarna biru kemerahan, warna biru muda langit. 7.    Nayanika            ...