Part 1 Langkah Berani
Setiap
orang punya kisahnya masing-masing dalam hidupnya. Bagaimana kita dihadapkan
untuk memilih untuk mengambil langkah besar dalam hidup yang dijalani dengan
segala resiko yang harus kita ambil. Keyakinan dan impian berjalan berdampingan
dan aku berani mengambil langkah untuk meninggalkan kota dimana keluarga besar
ibuku berdomisili.Pindah berarti ada resiko yang akan kita hadapi di kota orang
yang jauh dari keluarga.
Setiap
langkah yang kuambil sangat berarti untuk menjalani hidup yang kuinginkan.
Masih jelas dalam banyanganku ketika pertama kali aku datang ke kota ini tiga
tahun yang lalu. Aku tidak punya teman di kota ini ataupun keluarga yang ku
kenal. Aku menghubungi teman SMA yang lebih dulu berada dikota ini dan meminta
kontaknya agar aku dapat menginap ditempatnya. Lalu aku menghubungi seorang
teman yang kata temanku yang sudah ada dikota ini bahwa dia juga akan menuju kota ini hari minggu.
Aku
menghubunginya dengan kontak yang diberikan oleh temanku sebelumnya lalu aku
janjian untuk menuju kota ini dengannya. Tapi entah mengapa awalnya kita akan
berangkat hari minggu jadi berangkat hari senin. Aku sempat panik karena aku
akan mengikuti test masuk universitas negeri untuk kedua kalinya setelah gagal
mendapatkan undangan melalui pendaftaran sebelum ujian nasional tingkat
nasional.
Aku
bertemu dengan teman yang akan membawaku menuju kota ini dan ini kali kedua aku
menginjakan kaki setelah setahun lalu aku juga pernah kesini untuk menghadiri
event bersama temanku(sebenarnya ikut karena yang ngajak gebetan). Pagi hari di
hari senin temanku menjemputku dikotsan adikku dan kami berangkat jam 10 pagi
dan sampai di sore hari. Dan ternyata kami masih harus menggunakan angkot
menuju daerah yang tempat tinggal temanku.
Dari
pengalaman menuju kota ini siang hari dan hanya sampai diterminal membuatku
kapok untuk itu setiap kali menuju kota ini aku lebih memilih untuk menaiki
transfortasi malam disebabkan diantar sampai depan Sharing House-ku.
Sebagai
anak dari keluarga sederhana melanjutkan pendidikan hingga jenjang Universitas
merupakan langkah besar ditambah aku memilih salah satu Universitas bergengsi
di kota ini dan pembayarannya yang termasuk mahal dikarenakan mencapai 10 juta
per tahunnya. Dan ibuku hanya petani jagung sedangkan ayahku adalah buruh lepas
yang penghasilannya tidak jelas.
Bagi
keluargaku, terutama ibuku langkah yang kuambil sangat besar demi apa yang
sangat aku suka dan kuimpikan sejak tinggat 11 sekolah menengah. Segala bentuk
dan perasaan aku pernah rasakan dikota ini.
Melanjutkan
kuliah dikota besar tidak seindah harapan yang selama ini sering kita impikan.
Tak ada yang benar-benar menyukaimu ataupun ingin menjadi bagian dalam hidupmu.
Demi langkah besarku aku menjalani hidup dengan mencoba bertahan dengan
mengsugeti diriku agar selalu semangat dan bekerja keras.
Tak
ada yang gratis menjadikanku sedikit ambisius dalam mencapainya. Aku punya
kepribadian yang buruk dan punya daya saing yang tinggi. Aku terkadang berkata
kepada orang lain aku tidak iri dengan nilai bagusnya tapi jauh dalam hatiku
aku merasa iri ketika ada yang lebih unggul dan lebih baik dariku.
“Setiap orang harus
berani mengambil langkah besar dalam hidupnya demi mimpi dengan usaha yang
keras agar dapat menggapai setiap mimpiu yang diinginkannya”-SEO-
Komentar
Posting Komentar