Ini semacam unek-unek yang ingin aku tuliskan walaupun aku berbicara tetapi tak cukup keras sebelum aku menuliskannya. Hidup dengan orang dalam sebuah posko atau semacam asrama akan punya beberapa cerita yang menganggumu dan mungkin ini hanya mengganggumu untuk sesaat dan akan menjadi lucu ketika itu berlalu beberapa saat baik itu seminggu, sebulan ataupun setahun. Aku mengakui itu semua dan aku sadar ketika aku mulai mengetik satu per satu huruf ditulisan ini.
Dalam beberapa kasus aku merasa terabaikan atau lebih tepatnya aku yang tidak ingin terganggu atas privasiku sendiri. Dapat dikatakan bahwa saya ini aneh dalam pandangan orang lain dikarenakan terkadang aku tiba-tiba bisa diam dan tidak ingin melakukan apapun terkadang aku menjadi orang yang sangat cerewet dan bertanya serta bercerita tanpa sadar bahwa orang lain tidak ingin mendengarkan apa yang sedang aku katakan bahkan mungkin mereka terganggu dengan diriku.
Dalam perjalanannya aku benar-benar tidak tahu harus bersikap seperti apa dan bagaimana. Semakin bertambahnya umur seseorang semakin memikir atas tindakan yang mereka harus lakukan. Dan setelah membuat kesalahan yang tanpa aku sengaja aku mulai menutup diriku. Dan aku yang menyukai belajar psikologi mulai membuat analisa tentang diriku sendiri.
Setelah kejadian itu aku mulai menutup diri atas apapun dan takut dalam bertindak ataupun mengomentari sesuatu karena saya takut akan membuat masalah lagi terhadap orang lain. Jujur saja aku merasa sesak ketika aku harus dihadapkan pada hal banyak orang untuk saat ini. Bukannya aku anti sosial tetapi aku takut akan kejadian yang sama yang lebih membuatku menutup diri.
Aku tak dapat mendefenisikan sebenarnya bagaimana diriku walaupun aku berusaha untuk menganalisanooya atau mungkin aku butuh pengobatan akan mentalku yang bermasalah. Cacian dan ketakutan akan pandangan orang lain terhadap diriku menjadi salah satu yang sangat menggangguku. Aku mulai menjadi takut untuk menemui mereka walaupun mungkin aku salah tetapi aku takut akan tatapan mereka walaupun mungkin mereka telah melupakannya tetapi aku masih merasa takut dengan kejadian itu dan tak ingin menemui mereka.
Bahkan kejadian itu telah berlalu sebulan tapi rasa percaya diriku terasa terkikis dan aku sangat takut untuk mengakrabkan diriku dengan orang-orang disini. Aku berusaha bersembunyi dengan menjadi orang yang lebih pendiam dan tertawa seperti anak kecil bahkan bertingkah seperti anak yang polos. Aku bahkan tidak sepolos apa yang mereka kira aku hanya takut mrnunjukan diriku yang dapat menyakiti orang lain.
Aku berharap orang akan peka denganku cukup dengan bertanya apakah aku baik-baik saja? Apakah aku punya masalah? Apa yang sedang kupikirkan ? dan sebagainya untuk basa-basi tetapi harus aku akui bahwa aku adalah orang yang kaku dan tak terlalu suka dengan sesuatu yang tidak menguntungkan diriku sendiri.
Hanya saja aku terkadang menginstruksikan pada diriku sendiri bahwa semua orang berbeda-beda dan punya karakteristik yang berbeda. Aku sangat takut dengan prasangka orang lan bahkan itu dapat mempengaruhi segala tindakan dan perilaku yang ada dalam diriku.
Bahkan dalam lingkungan kampuspun aku sangat takut atas pandangan orang lain terhadapku dan aku seakan merasakan ketika orang lain tidak menyukai diriku bahkan menganggapku sebagai parasit. Aku tahu itu hanya ketakutan yang berlebihan yang aku miliki dan bahkan aku bisa sangat ketakutan. Walaupun aku berusaha bahwa semua akan baik-baik saja dan berusaha membangun pola pikir bahwa hanya aku yang berlebihan tapi aku sangat terganggu dan trauma.
Aku bukan orang yang anti-sosial sungguh walaupun banyak yang berpikir bahwa aku adalah orang yang egois dibalik semua itu terkadang aku sangat peduli pada orang yang peduli terhadap diriku. Tapi aku akan terkadang akan diam ataupun mengabaikan apa yang tidak aku sukai baik itu orang maupun kondisi yang ada.
0
Aku akan selalu berusaha menerima apa yang ada karena aku percaya bahwa manusia itu punya karakter yang berbeda dan pola pikir yang berbeda pula dan semua itu sudah lumrah dalam kehidupan sosial. Bagiku kehidupan sosial lebih rumit daripada apa yang sering orang bicarakan karena dunia sosial itu kita harus dapat menerima dan mengalah pada apa yang ada didalamnya. Dan berhentilah berpikir bahwa orang akan mengerti dirimu karena pada dasarnya orang lain juga ingin dimengerti atas kondisinya.
Soppeng, 31 Desember 2017
Komentar
Posting Komentar