Kisah Bodoh Sang Penggemar
(S E O)
Ketika
setiap orang punya idolanya sendiri dalam menjalani hidup aku punya
beribu idola dalam kisahku. Apa sebenarnya yang ingin kita capai dengan
mengagumi orang lain denga seribu satu idola yang dimiliki? Apakah ingin hidup
seperti kisah cinderalla, Belle, Avatar, Naruto, ataupun artis korea? Begitulah
lazimnya remaja menjalani hidupnya dengan idola yang dikaguminya. Terkadang ada
orang yang telah mengagumi penulis ternama, tokoh ternama ataupun para pahlawan
yang terkenal. Lalu bagaimana dengan orang tak berguna seperti diriku ini?
Bagaimana kisahku dengan idola-idola manusia itu pada kenyataannya akupuntak
berbeda dengan remaja pada umumnya remaja dengan mengagumi berpuluh-puluh idola
yang mereka kagumi dan pada akhirnya itu tak memberikan dampak yang signifikan
dalam kisahku hanya menjadikan kisahku seperti satu kisah diantara sejuta kisah
yang sama saja.
Menggilai korea dan selalu bercerita
tentang korea membuatku terbuai dengan dunia dan kisah yang sama selama
bertahun-tahun. Tujuan yang tak menentu seakan waktu itu akan kembali padahal
waktu yang sedetik telah berlalu takkan berulang apalagi sehari. Cukup banyak
kisahku dengan penggemar kpop, kecanduan dengan level atas menjadikanku susah
lepas dari kefanaan yang kuciptakan sendiri padahal itu hanya sebuah
ketidakbergunan yang harus kuhentikan dan harusnya mulai menata hidupku.
Pada awalnya aku ingin menjadi unik dan
berbeda dengan orang lain tapi pada realitasnya membawahku pada kebobrokan yang
tak dapat aku akhiri sendiri. Kisahku berawal dari saat-saat memasuki masa
puber di smp saat itu terjadi korean wave di asia terutama sangat berdampak ke
Indonesia begitulah awal yang kuingat tapi pada dasarnya aku mulai menonton
dram korea saat sd. Tapi kisah bodohku ingin kumulai saat aku memasuki usia
puber.
Korean wave melanda dunia terutama asia
ditahun 2009 diawali kisah dari Boys Before Flowers yang saat itu menjadi kisah
yang banyak digandrungi oleh remaja dan bahkan menjadi drakor yang banyak
menerima remake drama di berbagai belahan dunia. Menjadi seseorang yang
terjebak dalam kefanaan ini membuat diriku terkadang hanya ingin hidup seperti
drakor itu tapi itu hanya hapang belaka yang tak akan pernah terwujud.
Ketika orang bertanya seberapa
kecanduan kamu dengan korea? Aku bahkan mendedikasikan diriku di level 8 dari
10. Aku belum masuk kategori yang mengorbankan waktunya untuk mengejar mereka
kemana-kemana ataupun menonton konser mereka(mungkin karena aku belum punya
uang untuk melakuka itu wkwkwk) hanya saja aku telah masuk kategori yang
lumayan akut. Kisah bodoh seperti ini banyak terjadi di dunia ini hanya saja
mungkin aku dari sekian ribu orang yang menuangkannya dalam tulisan yang tak
berguna.
Banyak orang terkadang mengatakan
kepadaku apakah kamu harus selalu berpikir pesimis begitu memandang hidupmu?
Aku terlalu minder dengan kisah teman-temanku itu bahkan hanya teman-teman
kelasku saja belum keluar di dunia yang lebih luas lagi. Tapi aku suka dengan
berbagai kisah bodohku yang kualami dengan
segala kepesimisanku, kebodohanku, keserakahanku, yang telah akut tak
membuatku harus berdiri dan menikmati seperti pengamat paling aku ikut dalamnya
dan mengalir kemana kisah bodoh itu akan membawahku sama seperti kecanduanku
pada segala yang berbau korea.
Tak ada yang istimewah dari
kisah-kiahku mengagumi korea hanya saja itu kehidupan yang kunikmati dalam
membuat kisahku sendiri. Sama dengan nama blog ini my story, akan kuceritakan
panjang lebar bagaimana kisah bodohku selama aku hidup. Aku belajar dari
petuanganku dalam menjalani hidup ini dan dalam kisahku sebagai penggemar korea
bahwa dunia ini ada penggemar dan ada haters. Jadi ada yang menyukaimu dan ada
yang membencimu begitulah dunia ini adanya. Tak ada yang bisa membuat seseorang
benar-benar menyukaimu aku tahu bahwa kemunafikan dalam hidup ini adalah lumrah
adanya. Seorang yang berkata-kata manis didepanmu ataupun memakimu langsung
menjadi dua hal yang sama jadi apa yang berbeda dengan itu mungkin saja
perasaan yang dihasilkannya adalah sama. Menyakitkan.
Mengagumi seseorang itu hanya akan
berlangsung sementara seperti pepatah yang selalu diucapkan oleh banyak orang
baik itu para tokoh ataupun masyarakat biasa seperti saya bahwa sebuah titik
hitam akan selalu dibicarakan dibandingkan sejuta titik putih. Kisah para idola
jika mereka mendapatkan scandal akan sangat sulit dilupakan oleh para penggemar
maupun haters dibandingkan dengan prestasi mereka dalam dunia showbitz mereka.
Jadi apa bedanya dengan kita yang bukan idola seperti mereka? Pada dasarnya
sama saja dengan kita dan mungkin yang berbeda kisah kita hanya dinikmati oleh
segelintir orang yang mengenalmu berbeda dengan idola yang bisa dinikmati oleh
semua orang di dunia ini.
Realitas vs Mimpi. Keduanya punya
jalannya sendiri dan seharusnya aku pun harus bangun dari mimpi tak berujungku.
Mimpi akan menjadi nyata ketika kita memperhitungkannya bagaimana kita akan
mencapainya dan apa yang kita lakukan akan mengarah kesana tapi jika itu hanya
mimpi dalam kefanaan harusnya akupun harus bangun dan menata mimpiku dan
realitasku. Mimpi-mimpi bodohku terkadang sering sekali
hadir dalam benakku dan aku hanya akan mwnuliskannya jika mimpi itu mulai hadir
lagi.
Mimpi. Bangun. Realitas. Mimpi. Bangun.
Realitas. Siklus yang tak kutahu kapan ada akhirnya. Apakah punya akhir atau
malah tak punya akhir? Sebuah kenyataan
yang bodoh ketika aku mempertanyakan seperti padahal aku tahu bahwa ada akhir
selalu berpasangan dengan sebuah awal.
Ketika ada awal maka akhirpun ada dan jika ada akhir maka awal akan kembali
untuk memulainya lagi dengan kisah baru.
Referensi Khayalan
Komentar
Posting Komentar