Bab
I
1. Pendahuluan
Dalam kehidupan sehari-hari kita dihadapkan pada masalah-masalah yang ada
terutama masalah keluarga, percintaan, pertemanan, masalah social dan masalah
ekonomi. Dan adapun masalah yang lain yang berhubungan dengan lingkungan fisik,
misalnya pencemaran lingkungan. Tak
dapat dipungkiri kita hidup di era yang modern, yang dimana kendaraan, pabrik, pembakaran,
dan sebagainya, merupakan hal yang wajar.
Dan apa dampak yang ditimbulkan dari semua kegiatan manusia tersebut.
Masalah-masalah
lain juga adalah penyalagunaan zat-zat adaktif seperti ganja, heron amfetamin,
dan sebagainya dan segala dampak negative yang dsebabkannya. Tapi itu adalah
hal lain yang menjadi masalah global lainnya diluar masalah pemanasan global
yang tengah melanda seluruh dunia. Dengan bumi yang semakin hari semakin panas
membuktikan bahwa bumi kita dalam tahap yang mengkhatirkan terhadap
dampak-dampak negative yang akan ditimbulkan dari pemanasan global.
Bab II
2. Pembahasan
A. Pengertian pemanasan global
1.
Pengertian
secara umum
Pemanasan
global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, daratan
bumi.
2.
Pengertian
menurut para ahli
a.
Menurut
agen perlindungan lingkungan Amerika Serikat
Pemanasan
global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi baik yang lalu maupun
yang saat ini terjadi. Kejadian ini sebagian besar dipengaruhi oleh peristiwa efek rumah kaca di
atmosfir bumi. Global warming ini yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim,
dan pemanasna global adalah salah satu aspeknya.
b.
Pengertian
global warming menurut Natural Resources Defense Council
Pemanasan global
adalah krisis
lingkungan dan kemanusiaan terbesar yang terjadi pada saat ini. Atmosfer bumi
dipenuhi oleh panas karena terperangkap oleh gas karbon dioksida yang dapat
mengancam perubahan iklim dan menimbulkan bencana dibumi. NRDC juga menghimbau
kepada kita untuk bertindak melawan pemanasan global.
c.
National
Wildlife Federation
mengartikan
global warming didalam situs resminya sebagai peristiwa dimana semakin hari
semakin panas, hujan dan banjir semakin deras, badai semakin hebat dan
kekeringan semakin menjadi. Kejadian-kejadian tersebut merupakan dampak nyata
yang terjadi akibat pemanasan global. Pemanasan global juga merubah landscape
kehidupan dan mematikan banyak species.
B. Penyebab
pemanasan global
a. Penyebab
dari rumah
1. Boros listrik
Karena
dengan pemborosan listrik kita telah menghabiskan daya yang banyak yang bisa digunakan
untuk jangkah panjang. Sebenarnya kampanye hemat listrik sudah dilakukan oleh
pemerintah, tapi pada dasarnya hemat listrik itu sangat sulit untuk dilakukan
apalagi kalau tidak adanya kesadaran dari sendiri. Sebagai contoh ketika pak Jokowi
masih menjabat gubernur DKI Jakarta, melakukan gerakan pemadaman satu
jam listrik untuk penghematan dan dari pemadaman tersebut dayanya dapat
menyalahkan lampu satu desa.
2. Halaman rumah tanpa pepohonan
Banyak
yang tidak menyadari bahwa pohon dapat memberikan kesejukan. Halaman rumah yang
memiliki dan tidak memiliki pohon akan berbeda hawa atau udara yang ada
disekeliling. Ketika dipedesaan masih
ditemukan rumah dengan halaman dan pohon yang mengelilinginya tapi berbeda
dengan daerah perkotaan yang mana banyak orang lebih menyukai tinggal dirumah
susun atau bahkan apartement.
3. Model rumah kaca
Rumah
kaca dengan banyaknya rumah yang menggunakan konsep rumah kaca bahkan kini gedung-gedung pencakar langit pun
menggunakannya sebagai konsepnya. Dengan demikian panas yang terpancar ke dalam
ruangan akan terperangkap dalam ruangan dan mengakibatkan hawa panas meningkat.
Ini menunjukkan bahwa pemanasan global mendapat sumbangan panas dari kondisi
dan konsef tersebut.
Pada siang hari kondisi rumah dalam
cuaca yang cerah akan tetap panas meski tanpa alat pemanas pun. Dan dalam rumah
yang berdinding kaca akan lebih panas
dibandingkan ruagan diluarnta, diakibatkan dari radiasi matahari yang
masuk kedalam ruangan dpncarkan kembali oleh benda-benda yang ada didalamnya
menjadi sinar inframerah.
Dengan
adanya efek rumah kaca, suhu dipermukaan bumi meningkat menjadi 33 derajat
celcius, dari suhu permukaan bumi yang sebenarnya 18 derajat celcius yang
terlalu dingin untuk manusia. Tapi dengan meningkatnya gas rumah kaca pada
permukaan bumi mengakibatkan pemanasan global. Diakbatkan terutama dari
pencemaran udara yaitu peningkatan suhu permukaan bumi dan kenaikan permukaan
air laut.
b. Penyebab
dari lingkungan
1.
Bahan
bakar kendaraan
Seperti
kita ketahui bahwa kendaraan yang setiap tahunnya bertambah dan terus bertambah
baik mobil ataupun motor saling bersaing dalam menyumbang polusi sehingga untuk
pemanasan global. Dengan tidak adanya kesadaran dari individu itu sendiri.
Bahkan pemerintah berusaha membuat kebijakan naik bus kota tapi sepertinya
masih susah untuk berjalan dengan baik. Padahal itu dapat mengurangi polusi dan
bahan bakar kendaraan dijalan bahkan kemacetan juga dapat tertanggulangi.
2.
Polusi
asap dari industry pabrik
Industry
tak dapat dipungkiri bahwa Negara yang menjadi Negara industry dapat
dikategorikan sebagai salah satu Negara maju. Seiring berjalannya waktu banyak
Negara yang mengubah dirinya menjadi Negara industry, tapi sayangnya pada era
ini yang menjadi Negara produsen bukan Negara yang menerima julukan Negara
industry tapi Negara miskin dengan upah murah. Polusi yang dihasilkan dari pabrik
industry sangatlah besar misalnya saja perusahaan yang menggunakan bahan bakar
batu bara yang menghasilkan polusi udara yang banyak dan dapat menyebabkan
kebocoran pada lapisan ozon. Tapi sekarang ini banyak telah banyak perusahaan
yang sudah tidak menggunakan batubara seiring dengan majunya teknologi.
3.
Pembakaran
hutan dan illegal logging
Pembakaran
hutan secara liar dan pembukaan lahan yang tak terkendali yang marak terjadi terutama di Indonesia.
Pembakaran hutan yang liar menyebabkan asap yang dapat mengganggu kesehatan
dan juga ketika hutan yang menjadi
gundul mengakbatkan kurangnya oksigen sebagaimana hutan yang diibaratkan sebagai paru-paru
dunia. Illegal logging atau kata lain
penebangan liar yang dilakukan oleh orang yang tak bertanggung jawab atau
perusahaan yang tdak punya izin mengakibatkan pohon-pohon ditebang tanpa
memilah dan tidak adanya reboisasi sehingga pasokan oksigen berkurang tanpa
kita sadari.
c. Penyebab
dari alam
1.
Bumi
yang telah tua
Bumi
yang kita huni ini sudah sangatlah tua sehingga banyak penyakit yang telah
diderita jika diibaratkan seperti manusia. Pemanasan global adalah salah satu
penyebabnya.
2.
Rusaknya
lapisan ozon
Sinar matahai yang
memancar kebumi tidak langsung sampai kebumi, karena ada lapisan ozon yang melakukan filter
terlebih dahulu. Hal itu jika memang lapisan ozon memang masih normal. Yang
terjadi sekarang ini adalah lapisan ozon sudah menipis bahkan ada yang bilang
sudah bocor. Salah satu
penyebabnya karena lepasnya CFC ke atmosfir sehingga mengakkbatkan kebocoran
pada lapisan ozon. AC dan kulkas merupakan penghasil CFC terbanyak.
d. Penyebab
dari kebijakan pemerintah
1. Minininnya ruang terbuka
Kurangnya
perhatian pemerintah dalam membuka lahan hijau ditengah kota dan mengatur
masyarakat yang membuka lahan secara liar agar tanaman hijau tetap ada. Tapi melihat
keadaan yang adalah terutama di Indonesia sangat mininim tanaman ataupun taman
yang hijau ditengah hiruk-pikuk arus kota yang modern. Padahal taman yang hijau
dibutuhkan untuk menghasilkan udara yang segar. Sebagai contoh Jakarta sebagai
kota metropolitan dan ibukota Negara
hanya memiliki sekitar 9% lahan yang hijau padahal sebenarnya sebuah
kota membutuhkan sekitar 30% lahan
ataupun taman yang hijau. Dengan kurangnya tanaman hijau mengakibatkan polusi
udara tidak dapat tersaring dengan baik. Sebagaimana kita tahu bahwa kita
sangat membutuhkan karbondioksida untuk pernapasan, tapi jika sudah tercemar
dan dapat mengakibatkan kesehatan terganggung.
2. Kendaraan yang terus bertambah
Indonesia
sebagai Negara berkembang merupakan salah satu pengomsumsi kendaraan yang
setiap tahun terjadi peningkatan dan sebenarnya kebijakkan pemerintah untuk
menanggulangi ini, yakni menggunakan bus kota. Meski demikian jika individu itu
sendiri tidak sadar dengan akibat dari keegoisan maka, polusi tak dapat
terhindari dan menyumbang polusi untuk pemanasan global. Hujan asam akibat
terus bertambahnya kendaraan dari hasil pembuangan gas kendaraan bermotor yang
mengakibatkan polusi udara.
C. Dampak
pemanasan global
a. Pertanian
Sementara CO2 sangat penting untuk pertumbuhan tanaman, semua
pertanian juga tergantung pada pasokan air yang stabil, dan perubahan iklim
cenderung merusak persediaan melalui banjir dan kekeringan. Sudah
dikemukakan bahwa lintang yang lebih tinggi - Siberia, misalnya - bisa menjadi
produktif karena pemanasan global, tapi tanah di Kutub Utara dan wilayah yang
berbatasan sangat miskin, dan jumlah sinar matahari yang mencapai tanah di
musim panas tidak akan berubah karena diatur oleh kemiringan
bumi. Pertanian juga dapat terganggu oleh kebakaran hutan dan perubahan
periodisitas musiman, seperti yang sudah terjadi, dan perubahan padang rumput
dan persediaan air dapat mempengaruhi penggembalaan dan kesejahteraan ternak
dalam negeri. Peningkatan pemanasan juga mungkin memiliki efek lebih besar
pada negara-negara yang iklimnya sudah mendekati atau pada batas suhu lebih
yang menghasilkan pengurangan atau kegagalan panen - di daerah tropis atau
sub-Sahara, misalnya.
b.
Kesehatan
Musim dingin yang lebih hangat akan berarti kematian lebih sedikit,
khususnya di kalangan kelompok-kelompok rentan seperti manula. Namun,
kelompok yang sama juga rentan terhadap panas tambahan, dan kematian akibat
gelombang panas diperkirakan sekitar lima kali lebih besar dari pencegahan
terhadap kematian di musim dingin. Hal ini secara luas diyakini bahwa
iklim yang lebih hangat akan mendorong migrasi penyebaran penyakit akibat
serangga seperti nyamuk dan malaria dimana sudah muncul di tempat-tempat yang
belum pernah terlihat sebelumnya.
c.
Pencairan Kutub
Sementara pembukaan sepanjang tahun bebas es Arktik antara lautan Atlantik
dan Pasifik akan memberi beberapa manfaat komersial, ini jauh sebanding dengan
negatifnya. Efek merugikan termasuk hilangnya habitat beruang kutub dan
meningkatnya pergerakan es yang berbahaya untuk pengiriman. Hilangnya
es albedo (pantulan panas), menyebabkan laut menyerap lebih banyak
panas, juga merupakan umpan balik yang positif; perairan hangat
meningkatkan gletser Greenland dan mencairnya tudung es, serta meningkatkan
suhu tundra Arktik, yang kemudian melepaskan metana, gas rumah kaca yang sangat
kuat (metana juga dilepaskan dari dasar laut, di mana ia terperangkap dalam es
kristal disebut clathrates). Mencairnya lapisan es Antartika
diperkirakan akan lebih menambah kenaikan permukaan air laut dimana tidak ada
manfaat yang diperoleh.
d.
Pengasaman Laut
Sebuah masalah yang cukup memprihatinkan, tampaknya tidak ada manfaat atas
berubahnya pH lautan. Proses ini disebabkan oleh
bertambahnya CO2 yang diserap di dalam air, dan mungkin memiliki efek
destabilisasi parah bagi rantai makanan di seluruh samudra.
e.
Pencairan Gletser
Efek dari mencairnya gletser sangat merugikan, dampak prinsip adalah bahwa
jutaan orang (seperenam dari populasi dunia) bergantung pada persdiaan air
segar tiap tahun dari mencairnya mata air alami dan pertumbuhan kembali siklus
dan pasokan air tersebut - air minum, pertanian - kemungkinan gagal.
f.
Kenaikan Permukaan Air Laut
Banyak bagian dunia merupakan dataran rendah yang akan sangat terpengaruh
oleh kenaikan laut sederhana. Sawah dibanjiri dengan air garam, yang
merusak tanaman. Air laut mencemari sungai karena bercampur dengan air
tawar yang menuju hulu, dan akuifer menjadi tercemar. Mengingat bahwa IPCC
tidak memasukkan pencairan air dari Greenland dan tudung es Antartika karena
ketidakpastian pada waktu itu, perkiraan kenaikan permukaan laut dikhawatirkan
akan jauh meremehkan skala masalah. Tidak ada manfaat yang diusulkan untuk
kenaikan permukaan laut.
g.
Lingkungan
Efek positif dari perubahan iklim dapat mencakup hutan hujan hijau dan
peningkatan pertumbuhan tanaman di Amazon, peningkatan vegetasi di lintang
utara dan kemungkinan peningkatan biomassa plankton di beberapa
bagian laut. Tanggapan negatif mungkin termasuk pertumbuhan lebih lanjut
dari zona laut yang miskin oksigen, kontaminasi atau kejenuhan air tawar,
peningkatan peristiwa kebakaran alami, meluasnya vegetasi yang mati karena
kekeringan, peningkatan risiko kepunahan karang, penurunan photoplankton
global, perubahan pola migrasi burung dan hewan, perubahan periodisitas
musiman, gangguan rantai makanan dan hilangnya spesies.
h.
Ekonomis
Dampak ekonomi dari perubahan iklim dapat menjadi bencana besar, sementara
hanya ada sangat sedikit manfaatnya. Laporan Stern menegaskan pola
keseluruhan kesulitan ekonomi, dan sementara nomor tertentu dapat diperebutkan,
biaya karena perubahan iklim jauh lebih besar daripada biaya
pencegahannya. Skenario tertentu diproyeksikan dalam laporan
IPCC AR4 akan menyaksikan migrasi besar-besaran pada negara-negara
dataran rendah yang tergenang banjir. Gangguan perdagangan global,
transportasi, pasokan energi dan pasar tenaga kerja, perbankan dan keuangan,
investasi dan asuransi, semua akan mendatangkan malapetaka pada stabilitas
kedua negara maju dan berkembang. Pasar akan bertahan pada peningkatan
volatilitas dan institusi investor seperti dana pensiun dan perusahaan asuransi
akan mengalami kesulitan yang cukup besar.
Negara berkembang, beberapa di antaranya sudah terlibat dalam konflik
militer, dapat ditarik ke dalam perselisihan lebih besar dan lebih
berlarut-larut pada masalah air, pasokan energi atau makanan, yang semuanya
dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi pada saat negara-negara berkembang
dilanda manifestasi yang lebih mengerikan karena perubahan
iklim. Hal ini diterima secara luas bahwa efek merugikan dari perubahan
iklim akan dikunjungi terutama pada negara-negara yang paling siap untuk
beradaptasi, sosial maupun ekonomi.
Bab III
3. Kesimpulan
Fenomena
pemanasan global merupakan salah satu masalah yang sedang kita hadapi saat ini.
Dengan kemajuan teknologi dan informasi sehingga harusnya kita dapat mengurangi
dampak yang ditimbulkan dan mulai lagi melakukan penghijauan, hemat listrik,
mengurangi menggunakan kendaraan pribadi. Bahwa dimasa yang akan dating jika
kita tidak menjaga bumi kita maka apa akan kita sisakan untuk anak cucu kita.

Komentar
Posting Komentar